Trimakasi anda sudah berkunjung di Opalima-Wene. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

56 TAHUN SUDAHKAH PAPUA MERDEKA?

Written By Frengky_Nayak on Senin, 04 Desember 2017 | 04 Desember

Ilustrasi.
Ya, negara kita west papua telah merdeka 56 tahun lamanya
Hingga masa demi masa penjajahan dari negara klonial Alias “Indonesia”
Sepertiga pun belum ada
kemerdekaan
penjajahan.
Apakah karena itu,
Kita, masih lebih suka dijajah
dari pada merdeka?
Cukup…. Ya TUHAN. Ku sebut namamu.!!
Lihatlah! Memang, tubuh kita bebas
dari jeruji-jeruji besi
dari belenggu-belenggu tali
dari acungan cambuk-cambuk pedati bumi cendrawasih
Tapi..
benarkah kita merdeka?
Terdengar di pojok-pojok warung kopi
"Kami belum merdeka."
Terdengar di cibir ibu-ibu merumpi
"Kami belum merasakan kemerdekaan."
Terdengar dari suara anggin “Perampasan terus terjadi”
Terdengar di relung-relung hati
"Seperti inikah kemerdekaan?"

Lalu, apakah itu kemerdekaan?
Mungkin kita perlu panjangkan telinga kita,
Kita telusuri
pingir-pingir bumi cendrawasi,
ujung-ujung pulau-pulau perbatasan,
lubang-lubang hutan pedalaman
lalu mari kita tanyakan :
"Merdekakah engkau?"
Ya, negri ini telah merdeka
56 tahun lamanya. Lalu :
Merdekakah kita?
Merdekakah kita?
Merdekakah kita?
Ku tak ingin bertanya padamu juga pada mereka
Hanya hati kecilku yang ingin ku tanya
"Merdekakah saya?"

Puisi Untuk Papua

Karangan Dari Frengky Alua.

Jangan Kaget, Ini Wajah Terbaru Bandara Wamena yang Kinclong.

Written By Frengky_Nayak on Minggu, 02 Juli 2017 | 02 Juli

Bandara Udara Wamena Trebaru.
Opalima-wene,-Wamena - Pembangunan Bandara Wamena, Papua, telah selesai dibangun. Wajah bandara ini berubah total menjadi kinclong.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengatakan, bandara ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ini foto Bandara Wamena terkini. Rencananya akan diresmikan segera oleh Bapak Presiden. Bandara ini mulai dikerjakan sejak 2014 dan baru dilanjutkan lagi di pertengahan 2015," kata Jonan kepada detikFinance, Senin (14/12/2015).

Bandara ini, lanjut Jonan, sudah selesai pembangunannya. Rencananya, bandara tersebut akan mulai beroperasi pada penghujung akhir tahun ini.

Adapun biaya pembangunan bandara ini adalah sekitar Rp 200 miliar. Bandara Wamena dimiliki dan dioperasikan oleh Kemenhub.

Sebelumnya, Bandara Wamena ini hanya bangunan kecil sederhana. Bangunan itu sudah tidak layak disebut bandara lagi, sehingga ada pembangunan besar-besaran. Bangunan bandara lama tetap dipertahankan meski ada bangunan baru.

Jonan menyatakan, dirinya terus berkomitmen membangun sarana perhubungan yang andal dan bagus di daerah.

Saat ini, ada sekitar 50 dari 237 bandara yang diperbaiki oleh Kemenhub Serta pembangunan 15 bandara baru di daerah terpencil.

Sumber: Detik.com
Posted :By Admin.

Mahasiswa Papua minta Freeport ditutup.

Written By Frengky_Nayak on Kamis, 23 Maret 2017 | 23 Maret

Jayapura- Sekitar 400-an mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Jayapura, Papua, Senin, menggelar aksi demo secara damai meminta pemerintah segera menutup operasi PT Freeport Indonesia karena tidak memberikan untung bagi rakyat Bumi Cenderawasih.

Ratusan mahasiswa itu datang dan berkumpul di seberang jalan depan Kantor Pos Wilayah Papua dan Papua Barat, kemudian membentangkan sebuah spanduk berukuran besar dengan tulisan "Tutup Freeport".

"Tutup Freeport. Freeport tidak memberikan dampak yang signifikan kepada Papua," kata salah satu pendemo.

Usai gelar orasi di depan Kantor Pos Wilayah Papua dan Papua Barat itu, ratusan mahasiswa tersebut bergabung dengan ratusan mahasiswa lainnya yang datang dari Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) menumpang delapan truk dan kendaraan roda dua, berpindah tempat untuk melanjutkan demo ke pusat Kota Jayapura.

Aparat kepolisian dari Polsek Abepura dan Sabhara Polres Jayapura mengawal aksi tersebut hingga ke pusat Kota Jayapura.

Di sepanjang jalan hingga ke pusat Kota Jayapura, para pendemo yang menumpang truk terus berteriak yel-yel tutup Freeport. Aksi tersebut mengundang perhatian dari pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

"Sudah sepekan terakhir ini, banyak warga gelar aksi serupa," kata Popi, salah seorang warga Abepura.

Sebelumnya, pada pekan kemarin sekitar 300-an warga yang dikoordinir oleh GP Ansor Papua dan Papua Barat, Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Provinsi Papua, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia serta wakil dari masyarakat adat Papua menggelar aksi yang sama.

Aksi ini secara tegas mendukung pemerintah, di antaranya meminta Freeport untuk membangun smelter di Papua, Freeport harus bayar pajak air permukaan yang mencapai Rp3,5 triliun, dan divestasi saham hingga 51 persen.

"Freeport harus taat dan tunduk kepada Pemerintah Indonesia. Freeport harus bayar pajak, bangun smelter, dan berikan keuntungan bagi rakyat Papua," kata wakil dari masyarakat adat Papua Oktovianus Wally.
Sumber: antarapapuanews
Posted. : by frengky

Berita Pilihan

 
Support : Creating Website | Nayak Bloger Cominuty | Kansas_Nayak
Nayak Bloger Comunity © 2017. OPALIMA-WENE - All Rights Reserved
Creating Website Published by Frengky alua
Proudly powered by Nayak Bloger comunity