![]() |
| Deiyai Berdarah. |
Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPD KNPI Deiyai, Ones Madai, kepada Jubi, di Waghete, Senin (7/8/2017).
Ones mengatakan semua pihak terutama keluarga korban insiden penembakan di kampung Oneibo telah sepakat untuk tidak boleh satu orang pun yang merusak dan mengganggu aktivitas dimekarkan dari Paniai pada tahun 2009 itu.
Buktinya, menurut Ones Madai, saat penembakan terjadi semua pemuda tidak pernah ada gerakan tambahan terkait dengan insiden tersebut. Warga Deiyai hanya pasrah dengan isak tangis. Dengan keyakinan biarlah perbuatan itu akan dibalas oleh sang Khalik dan akan mendapatkan hukum yang setimpal dengan perbuatannya ini.
“Seluruh masyarakat di Deiyai lebih mendukung apa yang telah diputuskan oleh keluarga korban dan menjalani masa kedukaan dengan tenang. Makanya, tidak ada kerusakan satupun yang terjadi saat insiden tersebut,” ujar Madai.
Namun, selang tiga hari seelah kejadian penembakan, sejumlah kios dan satu buah barak kos-kosan dilahap si jago merah. Harta benda tak diselamatkan ketika api mulai menyala hingga menghabiskan semuanya.
BACA JUGA:
Besok tim pencari fakta akan gelar tragedi degyai berdarah.
“Kami nyatakan bahwa kebakaran itu hanya pengalihan isu saja. Oleh karena itu, kita memahami antara pernyataan dari keluarga korban dan waktu tenggang terjadinya kebakaran,” ungkap dia sekaligus klarifikasi pernyataan Kabid Humas Polda Papua yang menyebut kebakaran itu kantor BRI Enarotali, padahal bukan itu.
Sementara, Niel Pekei, seorang saksi tragedi Deiyai Berdarah, mengatakan, pihaknya tidak pernah melakukan pembongkaran dan perusakan terhadap barang-banarg milik perusahaan Dewa yang sedang kerjakan jembatan di Oneibo. Buktinya ayam yang diberikan warga kepada karyawan perusahaan hingga saat ini masih ada di kandang camp.
“Perusakan camp dan alat berat oleh pemuda usai penembakan. Sebelum ada penembakan tidak tidak ada pengrusakaan. Apa yang kalian lihat ini terjadi (dirusak) setelah kejadian penembakan. Maka, tidak benar kalau ada perusakan terhadap camp,” tegas Niel Pekei di hadapan Bupati, DPRD, tim Mabes Polri, tim Polda Papua, Komnas HAM, dan masyarakat di Oneibo sebelum olah TKP, Sabtu, (5/8/2017). (*)
Sumber :Tabloid Jubi
