Home » » Tas Tradisional Papua (Jayawijaya-wamena)

Tas Tradisional Papua (Jayawijaya-wamena)

Written By Frengky_Nayak on Jumat, 02 Desember 2016 | 02 Desember



NOKEN YANG TERLUPAKAN…
Noken asli papua

         Hampir rata rata wanita didunia menyukai tas. Tak terkecuali para wanita di papua yang selalu memakai tas dikait dikepalaya. Tas ini dikenal dengan sebutan Noken
Berbagai suku dipapua dan papua barat menyebut noken dengan berbagai nama. Kayu digunakan sebagai  bahan baku juga berbeda beda. Ada kulit kayu pohon manduam, pohon nawa bahkan anggek hutan. Noken berbhan benag nilon dan serat kulit kayu tersebut dijual dengan harga rata rata Rp 100 ribu- Rp 300 ribbu tergantung ukuran. Waran warni nan ceria dari tas ini menjadi kekhasan tersendiri  dahulu bisa melambangkan kedewasaan si perempuan itu. Karena permpuan papua belum bisa membuat noken  dia tidak bisa dianggap  dewasa  dan itu merupakan  syarat untuk menikah.

Sampai sampai noken papua dinominasikan dalam daftar yang membutuhkan perlindungan mendesak karena dianggap sebagai ikon khas papua yang mulai ditinggalkan masyarakat
1.           Bahan pembuatan noken asli(su)
 Bahan bahan yang digunakan untuk membuat noken ini adalah:
  • Serat kayu pilihan
  • Biji tumbuhan yang digunakan untuk membuat warna pada serat kayu itu pada saat menganyam noken tersebut.
 2.   Cara pembuatan noken asli (su)
 Langkah langkah pembuatan noken adalah sebagai berikut:
  • Mama dipapua akan pergi kehutan untuk mencari pohon yang mau diambil seratnya untuk  membuat noken, hal ini sangat susah karena mama mama papua harus mencari pohon yang bisa diambil seratnya karena tidak sembarang pohon bisa diambil seratnya.
  • Setelah mendapatkan pohon tersebut mama mama papua mulai kupas kulit pohon itu dan mengambil seratnya.
  •  Ambil seratnya lalu dikeringkan  menggunakan sinar matahari  ini membutuhkan beberapa hari untuk benar benar kering.
  • Setelah serat kayu itu sudah kering mama mama papua mulai memungut semua serat kayu yang sudah dikeringkan tersebut.
  • Mama mama papua mulai duduk dekat dengan tungku api dan mulai menyambung serat kayu yang sudah kering itu dengan debu dari sisa sisa pembakaran  yang ada ditungku api  kenapa harus menggunakan debu?supaya serat kayu tadi tidak mudah lepas atau serat kayu tersebut dengan sangat kuat, setelah itu mama mama papua   mulai menggulung itu dipaha  menggunakan debu sampai serat kayu itu benar  benar tersambung antara satu sama yang lain dan pekerjaan ini sangat sulit bagi mama mama papua tapi mereka melakukan ini berulang ulang kali karena bagi mereka noken sangat penting dalam kehidupan kami.
  • Digulung sampai panjang sesuai kebutuhan untuk membuat noken
  • Tahapan berikutnya adalah mama mama papua mulai menganyam noken.
  • Sambil menganyam noken mereka mulai mewarnai noken sesuai dengan selera mereka, mereka membuat sambil mewarnai supaya tidak semua memiliki warna yang sama.
  • Menganyam ini membutuhkan waktu sesuai dengan ukuran noken.noken yang kecil membutuhkan 1- 2 minggu tapi ukuran besar 3 minggu.Setelah itu terjadilah noken yang sangat indah dan cantik.
Putra putri papua


3. Fungsi noken asli (su)  bagi masyarakat papua (wamena)
wanita di wamena merasa tidak lengkap kalau tidak menggunakan noken, pada saat mereka  melaksanakan acara- acara adat dan pesta pesta adat dan juga acara pernikahan wanita mereka  harus menggunakan noken dikepala,kalau mereka tidak menggunakan noken mereka merasa  tidak lengkap. Ini adalah adat dari turun temurun (nenek moyang).
Noken ini bagi perempuan di pedalaman biasa digunakan menyimpan anak bayi, babi,umbi-umbian,sayur, san pakaian. Sering dilihat didalam sebuah noken dengan tali digantung dibagian kepala mengarah kebagian punggung dan belakang perempuan. Didalam noken ini kadang-kadang disimpan bayi dan disampingnya diletakkan umbi-umbian dan sayur-sayuran
Noken berbentuk seperti tas. Noken merupakan warisan suku-suku yang termasuk ras Melanesia yang ada di Papua.
Setiap suku di Papua memberi nama sendiri untuk tas multifungsi ke dalam bahasa daerah masing-masing. Tetapi Noken cukup unik karena nama tersebut digunakan di seluruh daratan Papua. Warga yang berdiam di Papua, baik yang berambut lurus maupun berambut keriting, sudah mengerti benda yang disebut.
pedesaan atau pegunungan Papua untuk membawa hasil kebun, kayu api, atau ternak yang dipanen dari kebun untuk dijual di pasar atau sebaliknya. Pelajar dan mahasiswa juga banyak yang menggunakan Noken, berukuran kecil, untuk membawa buku dan alat tulis.
Kaum bapak memanfaatkan Noken untuk membawa buah pinang, sirih, maupun tembakau ketika hendak bersosialisasi dengan teman dan kerabatnya. Sedangkan kaum ibu memfungsikan Noken sebagai gendongan bayi atau baby carrier. Seorang ibu kadang membawa dua buah Noken bahkan lebih. Saat menggendong bayi, beban tidak berada di pundak. Ujung tas Noken ditempatkan di atas kepala yang dekat bagian dahi
Pekerjaan menggendong bayi tidak hanya dilakukan di dalam rumah. Seorang ibu kerap terlihat bekerja di kebun, menanam ubi-ubian atau kentang, sambil “memanggul” anaknya di kepala. Para ibu, akrab disapa mama, memang terbiasa melakukan multitugas rumah tangga. Bak peribahasa, sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.
Kebiasaan membawa beban di kepala bukanlah hal baru. Sejak masa kanak-kanak, mereka terbiasa membawa beban dengan berjalan kaki naik-turun perbukitan. Tak heran jika otot-otot di sekitar leher mereka terlihat cukup kekar dan kuat.
Ada suku tertentu yang menganggap Noken sakral dan dianggap sebagai lambang kesuburan. Bahkan, ada yang menambahkan Noken sebagai mas kawin.


Bagi orang papua lebih khusus kabupaten jayawijaya noken sangat berharga bagi masyarakat ini karena ini adalah peninggalan nenek moyang. Noken bisa berfungsi untuk mengisi sayur, umbi-umbian, kayu bakar dan untuk mengendong anak dan banyak fungsinya noken dibuat dari bahan tradisional  dari tumbuhan yang ada dihutan. Noken ini juga sangat berfungsi pada saat pesta adat dan acara-acara seperti acara pernikahan dan lain-lain.

 
Mama,anak and noken papua



































Posted By :admin.
Sumber     :Kemagwe_kansas
Share this article :
 
Support : Creating Website | Nayak Bloger Cominuty | Kansas_Nayak
Nayak Bloger Comunity © 2017. OPALIMA-WENE - All Rights Reserved
Creating Website Published by Frengky alua
Proudly powered by Nayak Bloger comunity