Home » » LATAR BELAKANG ORANG PALIM

LATAR BELAKANG ORANG PALIM

Written By Frengky_Nayak on Jumat, 02 Desember 2016 | 02 Desember




Opalima-wene Ilustrasi
Tentu orang Palim sangat berbed tersendiri dari cirri khas yang  mereka miliki dengan
Saya akan mencoba mengulas asal usul orang lembah Palim dan budaya orang Palim. Para penulis buku  banyak orang yang menuliskan dengan berbeda Judul dalam karyanya dalam buku menurut penelitian dan tidak menemukan sebenarnya orang lemba itu dari mana dan dari keturunan siapa bahkan menurut Agama pada umumnya kami ketahui bahwa keturunan dari; Nuh dan anak-anak dari ketga bersaudar yakni; Sem Ham dan Yafet  kemudian adapulah penulis menuliskan bahwa orang kulit hitam pada umumnya keturunan orang Aborigin tetapi kita akan ketahui bersama pada pembahasan berikut ini bersama, karna melihat dari sisi lain para penulis terkadang rekayasa data dari media elektronik dan ikuti dari zaman sekarang sehingga peroleh hasil sebatas zaman sekarang kemungkinan keturunan yang ke tiga karna manusia Palim pada dasarnya ada Lima generasi, menurut Halereak Alua anak dari orang generasi kedua menitipkan pesan pada anaknya yang bernama Itoko Alua bahwa kami manusia ini akan ada batas masa turun temuru dan apabila  masih ada beranak cucu dan Dunia tidak diperbaharui dari Lima generasi ini oleh Allah dan terus  berkembang sehingga, itulah tanpa hitungan dari moyang kita namun kehidupan mereka yang lebih dari batas generasi itu? Kebudayaan mereka akan berbeda dengan kami ini, pesan dari ayahnya kepada anaknya (Itoko Alua)
Yang akan lahir lebih dari batas tadi, anak cucu mereka akan mengalami kehilangan informasih dan  sangat brutal dari langka hidup mereka sebab, sangat penting dan setidaknya mereka harus ketahui hal ini seutuhnya mengenai asal usul dari  mereka yang dahulu atau moyang mereka, dari mana moyang mereka datang dan kemana mereka pergi dan dari keturunan siapa kami ini? Ketika peroleh informasi hanya satu generasi dan tidak diketahui generasi awal mula mereka maka tidak akan menikmati apa yang ada di bumi ini sepenuhnya dan tidak memperoleh kebahagiaan yang berbahagia dalam kehidupan meraka. Mengalami musiba banyak hambatan yang mereka akan menghadapi dan bahkan akan Berantakan tidak seperti yang kini kami berada kata Halereak kepada anaknya pada zaman itu dan diterus oleh seorang anaknya yang bernama Itoko Alua  dalam bahasanya.
Orang Palim berwarna kulit kecoklatan berbusana Holim dan Yokal  busana ini terbuat dari bahan alami dengan cara persiapan yang berbeda sebab bahan berbeda jenis tumduhan Holim adalah busana laki-laki serupa dengan mentimun dan ada beberapa tahapan untuk jadi busana siap digunakan oleh kaum laki-laki, bahan bertumbu paling lama 6-7 bulan hingga tua. Dan busana perempunan diambil dari bahan dari bahan isivwar bahan tersebut diambil dari kulit pohon win disebut pohon beringin pohon tersebut tidak diperuntukan yang lain, dan ada yang sejenis tanaman hias Lisani  digunakan oleh seorang gadis hingga masa remaja yang disebut Sali. Orang Palim beraneka ragam yang sangat unik, dipandang manusia sekarang tetapi itulah keturunan zaman moyang dan kebudayaan orang Palim, memiliki norma-norma masing-masing  yang berbeda dari suku-ke suku yang lain pada umumnya.
Orang Palim wilayah timur lembah Palim keturunan dari sekelompok keluarga berbondong-bondong mengara ke wilayah barat lemba Palim dan meneruskan generasi kewilayah barat lemba Palim, banyak peneliti yang menuliskan mengenai latar belakang orang Palim, sangat rumit menemukan sal-usul orang Palim, adapula para pakar menuliskan keturunan dari orang Aborigin kemudian menurut dari sejarah moyang kita keturunan dari Nuh. Sehingga disini saya sebagai anak asli lembah Palim menuliskan sebua goresan ini mengulas dari sesingkat sejarah kisah moyang atau asal usul orang Palim, menurut moyang saya sebagai keturunan Nuh, masa kehilangan semua makluk 2000 tahun zilam itu diantara satu manusia yang diselamatkan oleh Nuh pada Bahterah itu adalah moyang Orang Yali Huwula atau sekarang lebih mengenal lembah Palim, Lani dan Kitani. Hingga turun temurun di wilayah pegunugan hingga pesisir pantai dan dalam bahasa orang Palim, disebut tiga bagian yaitu; Yali,Huwula, Lani dan Kitani yang dimaksud dengan tiga kategori bahasa menunjukan tiga bagian Timur,Tengah dan Barat.  Yang dimaksud dengan Yali bagian timur, Huwula dibagian Tengah, Lani dan Khitsani di wilayah Barat. Dari keempat kata tersebut,  Yali, Huwula,Lani dan Khitsani dimaksud  “Yali” artinya tempat keberangkatan moyang, “Huwula” ada dua kata gabungan yaitu “Huwu” artinya belakang dan “La” artinya pergi atau datang kemudian, yang dimaksud “Lani” artinya pergi dan ”Kitani” siapa kalian? Sehingga disempurnakan menjadi bagian barat artinya ini asalmulanya kami jalan keluar atau datang dari bagian timur sehingga disebut Yali hingga sampailah di tengah yaitu Huwula dan mereka yang meneruskan perjalanan ke wilayah lemba Palim disampaikan Lani dan Kitani Lani dalam bahasa Palim adala jalan atau Pergi Ki;Tani dalam bahasa Lani dan dalam bahas Palim Khir, Sani artinya merupakan kalimat bertanya, siapa kamu? Atau siapa kalian?  bahkan pesisir pantai yang dikenal Irian Jaya (Indonesia) yang sekarang disebut Papua. semakin berkembang dalam turun temurun semakin kehilangan gen namun berbeda pula cara hidup dan penataan tempat tinggal dan bahasapun semakin ke barat dan pesisir pantai semakin melupakan kata atau kalimat yang disampaikan oleh  moyang sehingga mempengaruhi sebutan dengan dialek sebetulnya maksud sama namun kesalahan dalam ucapan kata.
Demikian pulah Nama belakang marga contonya di lemba Palim Surabut ada juga mirip Jayapura Suebu, Soendemi dan songgonau di Mimikia demikian pulah Dow, Doga dan Doa sehingga orang Irian pada umumnya dari satu turunan saya menuliskan ini menurut penelitian melainkan keterangan tua-tua adat di iringi dengan sejarah adat istiadat mengaitkan cara hihup kesehatan dan sistem social sangat memahami cuman nonformal pada zaman kuno saya berani mengakui diri asal usul dari satu turunan bukan hanya berdasarkan marga melainkan banyak hal yang kami akan mengulas dibagian lain.
            Lembah Palim kini lebi mengenal dengan nama Suku Dani, pada zaman dahulu sangat tidk mengenal oleh dunia dan bahkan Indonesia sama sekali tidak mengenal karna paling timur pulau dari Indonesia dan ciri khas bangsa sukus Dani yang sangat berbeda dengan di pulau Sulawesi, Sumatra dan pulau Jawa di Indonesia. Namun setelah ada klonialisme komonitas militri blanda di jaja nah disitulah Indonesia membuat sebuah rekonsiliasi pepera pada tahun 1986 program untuk mengatasi berdasarkan wilaya kesatuan Negara kesatuannya.  

Posted by :admin


        
Share this article :
 
Support : Creating Website | Nayak Bloger Cominuty | Kansas_Nayak
Nayak Bloger Comunity © 2017. OPALIMA-WENE - All Rights Reserved
Creating Website Published by Frengky alua
Proudly powered by Nayak Bloger comunity