Home » » GEREJA KATOLIK PAPUA TURUT SERTA MENJAJAH PAPUA

GEREJA KATOLIK PAPUA TURUT SERTA MENJAJAH PAPUA

Written By Frengky_Nayak on Kamis, 08 Desember 2016 | 08 Desember

                  Kehadiran gereja yang di bawah masuk oleh para misionaris ke Papua bertujuan untuk mewartakan warta gembira tentang Yesus Kristus melalui cara denominasi gereja tersebut di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan dan pewartaan(Ibadah).
Gereja Katolik merupakan satu dari beberapa denominasi gereja tersebut. Gereja katolik merupakan suatu Lembaga Universal dan netral yang ada di tengah2 dunia ini yang memiliki misi tersendiri yang tidak bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lainnya.
Dengan demikian gereja katolik Papua di harapkan tidak mudah terpengaruh dengan berbagai lembaga melalui sistem yang di gunakannya, gereja harus berdiri kokoh dan menunjukan bahwa gereja merupakan suatu lembaga yang universal dan netral ditengah umat dan tidak dapat di intervensi oleh pihak lain.
Gereja Katolik Papua saat ini terlihat sudah terpengaruh dengan berbagai sistem yang di perlakukan oleh pemerintah yang memiki misi tersebung yakni memusnakan orang asli papua secara tersistematis (genosida) dan sudah tidak lagi memposisikan diri pada posisi yang sebenarnya dan tidak lagi memihak pada umat. Gereja seakan2 tidak peduli dengan berbagai persolan kemanusiaan yang dihadapi oleh orang asli papua saat ini yang juga merupakan umat katolik.
Seperti, yang terjadi pada umat katolik jayawijaya, papua telah terjadi perubahan nama dekenat Jayawijaya menjadi dekenat Pegunungan tengah secara sepihak oleh beberapa pastor yakni pastor Ivan dan pastor Robby dan sudah diterbitkan SK dari Keuskupan Jayapura tanpa melibatkan tokoh umat, pastor lain dan misionaris(Bapak Frans Lishout. Ofm) dan seluruh umat. Perubahan nama ini saat berkaitan dengan wacana pemekaran provinsi pegunungan tengah dan dikwatirkan memperkuat stigma negatif yang di kembangkan guna menciptakan konflik horizontal antar orang asli papua yakni GUNUNG dan PANTAI dan juga jika di ubah menjadi dekenat pegunungan tengah maka secara otomatis wilayah geografis mencakup keuskupan timika dan dekenat pegunungan bintang dan berpengaru pada Politik Bangsa Papua.
Guna menyikapi persolan diatas kawan-kawan yang bergabung dalam TIM PEDULI DEKENAT JAYAWIJAYA sudah berupaya untuk beradiens bersama pihak dekenat jayawijaya dan keuskupan bersama umat namun tidak diindahkan oleh pihak dekenat dan keuskupan dan sempat melakukan aksi damai guna bertemu uskup namun setelah bertemu uskup, uskup mengatakan Pergantiaan nama tesebut merupakan langkah yang baik guna menjangkau wilayah pegunungan tengah dan uskup sempat mengatakan masih banyak umat katolik papua dan terserah mau jadi apa. Tanggapan ini tidak masuk diakal dan mengagap umat katolik(OAP) tidak bernilai dan masih ada kasus lain.
Dengan demikian terlihat jelas bahwa Gereja Katolik Papua saat ini berada pada posisi mana apakah sebagai penjajah atau tetap pada posisinya maka, saudara/i umat katolik papua khususnya jayawijaya apa yang harus kita lakukan, secara khusus mahasiswa dan umat katolik sejawa dan bali.
Mohon tanggapan saran dari semua. Wawawa.

Editor :Nowux

Posted:frengky


Share this article :
 
Support : Creating Website | Nayak Bloger Cominuty | Kansas_Nayak
Nayak Bloger Comunity © 2017. OPALIMA-WENE - All Rights Reserved
Creating Website Published by Frengky alua
Proudly powered by Nayak Bloger comunity